Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sejak gempa utama yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 1.176 kali gempa susulan. Data ini menunjukkan tingkat aktivitas seismik yang cukup tinggi di kawasan tersebut, meskipun mayoritas gempa susulan berada pada magnitudo rendah.
Gempa utama terjadi pada tanggal 10 April 2024 dengan magnitudo 6,2 skala Richter, menimbulkan kerusakan struktural pada beberapa bangunan dan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Sejak saat itu, tim pemantau BMKG melakukan pemantauan intensif dan mencatat setiap pergerakan tektonik yang terdeteksi oleh jaringan seismometer nasional.
Berikut rangkuman distribusi magnitudo gempa susulan yang tercatat:
| Kisaran Magnitudo | Jumlah Gempa |
|---|---|
| 3,0 – 3,5 | 842 |
| 3,6 – 4,0 | 278 |
| 4,1 – 4,5 | 48 |
| > 4,5 | 8 |
Mayoritas gempa susulan berada pada kisaran 3,0 hingga 3,5, yang umumnya tidak menimbulkan kerusakan signifikan namun dapat dirasakan oleh penduduk setempat. Sebanyak 8 kejadian gempa dengan magnitudo di atas 4,5 tercatat, namun tidak menyebabkan kerusakan struktural yang luas berkat kedalaman hiposenter yang relatif dalam.
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa susulan. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:
- Pastikan bangunan rumah atau tempat kerja memiliki struktur yang tahan gempa sesuai standar nasional.
- Siapkan perlengkapan darurat, termasuk senter, radio baterai, dan persediaan air serta makanan minimal tiga hari.
- Latih diri dan keluarga untuk melakukan evakuasi cepat ke tempat terbuka yang aman saat gempa terjadi.
- Ikuti informasi resmi dari BMKG melalui media penyiaran atau aplikasi resmi, hindari menyebarkan rumor yang tidak terverifikasi.
BMKG terus memantau aktivitas seismik dan akan memberikan peringatan dini apabila ada potensi gempa utama yang signifikan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat untuk meminimalkan risiko.