Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 kini memasuki fase kedua penyisihan grup, namun tiga tim sudah dipastikan tidak melaju ke babak berikutnya. Kejadian ini menjadi sorotan utama karena dua di antara tim yang tersingkir tersebut terdampak langsung oleh regulasi baru yang diterapkan FIFA pada turnamen kali ini.
Tim-tim yang gagal melaju antara lain:
- Tim A (Asia)
- Tim B (Afrika)
- Tim C (Amerika Selatan)
Penyerahan poin yang kurang memuaskan serta selisih gol yang tidak menguntungkan menjadi faktor utama kegagalan mereka. Namun, di balik hasil di atas, ada dinamika lain yang menambah kompleksitas situasi, yaitu perubahan aturan FIFA yang mulai berlaku sejak awal turnamen.
Aturan baru FIFA mencakup dua hal penting:
- Pengurangan maksimal jumlah pemain dalam skuad dari 26 menjadi 23 orang, dengan ketentuan wajib menurunkan tiga kiper.
- Pembatasan usia pemain kunci, dimana klub tidak diperbolehkan mendaftarkan lebih dari dua pemain berusia di atas 30 tahun dalam satu tim.
Dua tim yang terdampak paling berat adalah Tim A dan Tim B. Kedua tim harus mengurangi pemain senior mereka secara signifikan, yang berujung pada berkurangnya pengalaman di lini tengah dan pertahanan. Akibatnya, kualitas permainan menurun, memperparah hasil negatif di grup masing‑masing.
Sementara Tim C tidak terpengaruh oleh regulasi usia, mereka tetap gagal melaju karena faktor taktik dan performa yang tidak konsisten. Kejadian ini menegaskan bahwa selain kualitas pemain, adaptasi terhadap kebijakan resmi FIFA menjadi faktor penentu kesuksesan di Piala Dunia 2026.
Ke depan, tim-tim yang masih bertahan di turnamen ini diperkirakan akan lebih memperhatikan manajemen skuad dan strategi rotasi pemain, mengingat batasan pemain senior dapat mempengaruhi kedalaman tim pada fase knockout.