Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta — Tidak setiap abad menghasilkan momentum sejarah, namun ketika momentum itu muncul, ia selalu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan krusial yang menentukan arah zaman. Pada Sarasehan Nasional Kiai Pesantren Ashriyah, yang sekaligus menjadi forum alumni Gontor, para ulama, pendidik, dan tokoh peradaban Islam Indonesia berkumpul untuk menelaah tantangan abad kedua peradaban Islam.
Acara tersebut menyoroti tiga tema utama: (1) peran pesantren dalam menjawab tantangan global, (2) kebutuhan pembaruan kurikulum berbasis nilai-nilai universal Islam, dan (3) urgensi kolaborasi lintas lembaga keagamaan dan akademik. Dalam tiap sesi, para pembicara menekankan bahwa Gontor, sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki tanggung jawab historis untuk menjadi penggerak perubahan positif.
- Menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam: Gontor diharapkan tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mengintegrasikan ilmu modern seperti teknologi, ekonomi, dan lingkungan ke dalam kurikulum pesantren.
- Menguatkan identitas keislaman yang inklusif: Diskusi menekankan pentingnya menafsirkan ajaran Islam secara kontekstual, sehingga mampu menjawab persoalan sosial‑ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan nilai moral.
- Mendorong sinergi antara pesantren dan universitas: Kolaborasi riset, pertukaran dosen, dan program beasiswa bersama diusulkan untuk memperluas jaringan akademik dan meningkatkan kualitas lulusan.
Para peserta juga menyoroti bahwa peradaban abad kedua menuntut adaptasi cepat terhadap perubahan teknologi dan dinamika geopolitik. Oleh karena itu, pesantren harus menjadi arena inovasi yang menggabungkan ilmu agama dengan keahlian praktis, sehingga lulusan tidak hanya menjadi hafizh, tetapi juga profesional kompeten di dunia kerja.
Dalam penutup, Kiai senior menyatakan bahwa panggilan peradaban bukanlah sekadar retorika, melainkan komitmen nyata untuk membangun masyarakat yang adil, berkeadilan, dan berkelanjutan. Gontor, dengan jaringan alumni yang luas, diharapkan menjadi motor penggerak yang menyalurkan semangat tersebut ke seluruh lapisan umat Islam di Indonesia.