Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Baru-baru ini, tiga musisi jazz legendaris Indonesia—Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono—menyuguhkan pertunjukan kolaboratif dalam satu panggung di festival Buitenjazz, Belanda. Acara ini menjadi sorotan utama karena menggabungkan pengalaman, kreativitas, dan warisan musik jazz Indonesia dalam satu penampilan yang memukau penonton internasional.
Latar Belakang Para Legenda
Ermy Kullit dikenal sebagai pionir jazz fusion di Indonesia, dengan karier yang melintasi lebih dari empat dekade. Ia terkenal dengan teknik saksofon yang inovatif serta peranannya dalam memperkenalkan genre jazz kepada generasi muda.
Deddy Dhukun adalah virtuoso gitar jazz yang telah berkolaborasi dengan banyak musisi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Gaya bermainnya yang mengalir dan improvisasi yang tajam menjadikannya figur sentral dalam perkembangan musik jazz modern Indonesia.
Mus Mujiono membawa unsur tradisional melalui perkusi dan piano, menggabungkan ritme Jawa dan Bali dengan harmoni jazz kontemporer. Karyanya sering menampilkan dialog antara budaya lokal dan bahasa musik global.
Penampilan di Buitenjazz
Festival Buitenjazz, yang dikenal sebagai platform bergengsi bagi musisi jazz dunia, menampilkan trio ini dalam slot utama pada malam pembuka. Pertunjukan dimulai dengan improvisasi bebas yang menyoroti dialog antar instrumen, kemudian beralih ke komposisi asli yang menampilkan elemen gamelan serta melodi blues tradisional.
Penonton memberi respons antusias, mengangkat tangan dan bertepuk tangan sepanjang pertunjukan. Kritikus musik internasional mencatat bahwa kolaborasi ini berhasil menyatukan keberagaman gaya masing-masing artis menjadi satu narasi musikal yang kohesif.
Signifikansi Bagi Jazz Indonesia
Penampilan ini tidak hanya memperluas jangkauan musik Indonesia ke pasar Eropa, tetapi juga menegaskan posisi tiga legenda tersebut sebagai duta budaya. Keberhasilan mereka di Buitenjazz membuka peluang lebih luas bagi musisi muda Indonesia untuk mengejar karier internasional, sekaligus meningkatkan minat global terhadap kekayaan musik tradisional Indonesia yang terintegrasi dalam jazz.
Selain itu, keberadaan mereka di festival internasional menambah nilai ekonomi bagi industri musik tanah air melalui peningkatan penjualan tiket, streaming, dan potensi kerjasama lintas negara.