Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Stok beras nasional menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Data terbaru dari Kementerian Pertanian mengindikasikan bahwa persediaan beras kini berada pada level tertinggi sejak beberapa tahun lalu, didukung oleh hasil panen yang melimpah dan stabilitas harga di pasar domestik.
Berikut beberapa poin kunci yang menjelaskan situasi terkini:
- Produksi beras: Musim tanam 2023/2024 mencatat produksi mencapai 38,2 juta ton, meningkat sekitar 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Stok nasional: Persediaan beras di tingkat nasional naik menjadi 22,6 juta ton, menandakan surplus yang cukup untuk menutup permintaan domestik.
- Harga beras: Harga eceran beras di pasar tradisional tetap berada dalam kisaran stabil, yaitu Rp12.000‑Rp13.500 per kilogram, tanpa fluktuasi signifikan.
- Peran Bulog: Gudang Bulog menyimpan lebih dari 9 juta ton beras, dengan kapasitas tambahan yang dapat diaktifkan bila diperlukan.
Untuk menambah kejelasan, tabel di bawah ini merangkum perbandingan produksi dan stok antara dua tahun terakhir:
| Tahun | Produksi (juta ton) | Stok Nasional (juta ton) |
|---|---|---|
| 2022/2023 | 36,6 | 20,9 |
| 2023/2024 | 38,2 | 22,6 |
Menteri Pertanian menutup dengan ajakan kepada semua pihak, termasuk konsumen dan pelaku usaha, untuk tetap memantau kondisi gudang Bulog secara berkala. Transparansi ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap stabilitas pasokan beras nasional.