Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) melaporkan peningkatan signifikan pada transaksi pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pada kuartal terakhir, jumlah transaksi mencapai 18 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data internal menunjukkan bahwa total transaksi mencapai 3.600 kali selama tiga bulan terakhir, naik dari 200 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini tercermin dalam pendapatan tambahan sebesar Rp 12 miliar, yang membantu memperkuat kinerja keuangan divisi distribusi di wilayah S2JB.
- Penambahan 45 SPKLU baru di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu selama 12 bulan terakhir.
- Program insentif pemerintah berupa subsidi baterai dan pengurangan pajak kendaraan listrik.
- Tarif khusus pengisian yang kompetitif dibandingkan bahan bakar fosil.
- Kampanye edukasi publik yang menekankan manfaat lingkungan dan biaya operasional lebih rendah.
Berikut ini ringkasan bulanan transaksi SPKLU di wilayah S2JB:
| Bulan | Transaksi | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|
| Januari | 150 | — |
| Februari | 210 | 40 |
| Maret | 320 | 52 |
| April | 540 | 69 |
| Mei | 720 | 33 |
| Juni | 1.560 | 117 |
Lonjakan transaksi tidak hanya meningkatkan pendapatan PLN, tetapi juga mendukung target pemerintah untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29,5 juta ton pada tahun 2030. Dengan semakin banyak kendaraan listrik beroperasi di jalan raya, beban pada jaringan listrik diperkirakan akan terus meningkat, mendorong PLN untuk memperkuat infrastruktur penyimpanan energi dan manajemen beban.
Ke depan, UID S2JB berencana menambah 30 SPKLU lagi dan memperluas jaringan ke area pedesaan yang belum terjangkau. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, serta memperkuat peran PLN dalam transisi energi bersih.