Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengumumkan rencana penyerapan sekitar 1,7 juta tenaga kerja baru hingga tahun 2034. Dari total tersebut, diperkirakan 760 ribu pekerjaan akan berfokus pada sektor energi baru terbarukan (EBT) atau yang dikenal sebagai green jobs.
Rencana ini selaras dengan target pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23% pada 2025 dan 31% pada 2050. PLN berencana memperluas jaringan listrik, mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya, angin, biomassa, serta memperkuat infrastruktur penyimpanan energi.
Berikut rincian perkiraan lapangan kerja berdasarkan bidang:
- Pembangunan dan instalasi pembangkit EBT: sekitar 420.000 tenaga kerja, meliputi teknisi, insinyur, dan pekerja lapangan.
- Operasi dan pemeliharaan jaringan listrik: sekitar 350.000 tenaga kerja, termasuk operator gardu, teknisi jaringan, dan staff kontrol pusat.
- Manajemen proyek dan administrasi: sekitar 250.000 tenaga kerja, mencakup manajer proyek, analis kebijakan, dan tenaga administratif.
- Pengembangan teknologi dan inovasi: sekitar 120.000 tenaga kerja, meliputi peneliti, ahli data, dan pengembang perangkat lunak.
- Bidang pendukung lainnya (logistik, pemasaran, layanan pelanggan): sekitar 160.000 tenaga kerja.
Target pencapaian tahunan dibagi menjadi tiga fase:
| Fase | Tahun | Jumlah Pekerjaan Baru |
|---|---|---|
| Fase I | 2024‑2027 | ≈ 450.000 |
| Fase II | 2028‑2031 | ≈ 650.000 |
| Fase III | 2032‑2034 | ≈ 600.000 |
Implementasi program ini diharapkan memberi dampak signifikan bagi perekonomian nasional, antara lain peningkatan pendapatan rumah tangga, penurunan tingkat pengangguran, dan percepatan transisi energi bersih. Selain itu, keberadaan green jobs dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia di bidang teknologi bersih, yang selaras dengan agenda dekarbonisasi global.
PLN menekankan bahwa rekrutmen akan mengutamakan tenaga kerja lokal, dengan program pelatihan khusus bagi lulusan vokasi dan perguruan tinggi yang ingin berkarir di sektor energi terbarukan. Pemerintah dan lembaga pendidikan diharapkan berkolaborasi menyediakan kurikulum yang relevan serta sertifikasi kompetensi.
Dengan proyeksi ini, PLN tidak hanya memperkuat posisi sebagai penyedia listrik terbesar di Indonesia, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja yang ramah lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.