Setapak Langkah – 17 Juni 2026 | Beberapa hari lalu beredar foto dan video yang memperlihatkan Tugu Pasangkayu di Mamuju tampak roboh setelah gempa bumi baru-baru ini. Gambar tersebut menampilkan tiang tugu yang patah, bangunan di sekitarnya retak, serta warga yang berlarian panik. Awalnya, banyak netizen mengira itu adalah bukti kerusakan nyata akibat gempa yang melanda Sulawesi Barat.
Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh tim verifikasi digital, ternyata materi visual tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan kecerdasan buatan (AI). Teknologi generatif gambar modern dapat menciptakan visual yang sangat mirip dengan foto asli, bahkan menambahkan efek dinamis seperti debu, cahaya, dan gerakan manusia secara realistis.
Berikut beberapa langkah yang dapat dipakai publik untuk memeriksa keaslian foto atau video yang beredar di media sosial:
- Periksa metadata: File gambar asli biasanya menyimpan informasi EXIF yang mencakup tanggal, lokasi, dan jenis kamera. Jika data ini hilang atau diubah, ada kemungkinan gambar telah diproses.
- Bandingkan dengan sumber resmi: Situs pemerintah daerah atau badan penanggulangan bencana biasanya mempublikasikan foto-foto aktual. Ketidaksesuaian visual dapat menjadi indikator manipulasi.
- Gunakan alat analisis gambar: Platform seperti FotoForensik atau layanan reverse image search dapat mengidentifikasi apakah gambar pernah muncul sebelumnya dengan konteks berbeda.
- Perhatikan detail teknis: Bayangan, pencahayaan, atau tekstur yang tidak konsisten sering menjadi tanda bahwa gambar dihasilkan oleh AI.
Pihak berwenang di Kabupaten Mamuju menegaskan bahwa Tugu Pasangkayu belum mengalami kerusakan signifikan. Pemerintah setempat meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan konten yang belum terverifikasi, karena dapat menimbulkan kepanikan dan menurunkan kepercayaan publik.
Kasus ini menambah daftar contoh penyalahgunaan AI dalam penyebaran informasi palsu di Indonesia. Seiring dengan kemajuan teknologi, penting bagi warga untuk meningkatkan literasi digital dan mengandalkan sumber informasi yang kredibel sebelum mempercayai atau membagikan konten visual.