Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Hari kedua audisi Miss Indonesia 2026 yang berlangsung di Yogyakarta dipenuhi antusiasme luar biasa dari para peserta. Lebih dari seratus perempuan muda dari 34 provinsi berkumpul di Balai Kartini, menampilkan beragam bakat, prestasi akademik, dan cita‑cita sosial yang menginspirasi.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan pembukaan oleh ketua panitia, Rina Susanti, yang menekankan pentingnya keberagaman dan pemberdayaan perempuan. Selanjutnya, peserta menjalani tiga sesi utama: presentasi diri, tes bakat, dan wawancara singkat dengan juri.
- Presentasi diri: Setiap kandidat diberikan tiga menit untuk menceritakan latar belakang, pendidikan, serta program sosial yang ingin mereka realisasikan.
- Tes bakat: Beragam penampilan ditampilkan, mulai dari tarian tradisional Jawa, musik pop akustik, hingga demonstrasi ilmu pengetahuan seperti robotika dan eksperimen kimia.
- Wawancara juri: Juri menilai kemampuan berkomunikasi, kepedulian lingkungan, serta visi pribadi kandidat.
Beberapa peserta menonjol dengan prestasi akademik, seperti Siti Nurul (Jakarta) yang meraih beasiswa Fulbright, serta Dwi Lestari (Bali) yang menjadi juara nasional lomba robotika. Di sisi lain, ada pula kandidat yang aktif di bidang sosial, misalnya Ayu Puspita (Surabaya) yang mendirikan yayasan edukasi untuk anak‑anak di daerah terpencil.
Juri yang terdiri dari perwakilan industri fashion, pendidikan, dan aktivis lingkungan memberikan penilaian secara transparan. Ketua juri, Bapak Arif Wibowo, menyatakan, “Kami mencari sosok yang tidak hanya memiliki penampilan memukau, tetapi juga kecerdasan, integritas, dan kemampuan mempengaruhi perubahan positif.”
Suasana kompetisi semakin semarak ketika penampilan tarian “Kuda Lumping” oleh kandidat dari Yogyakarta memukau penonton dengan gerakan dinamis dan kostum warna‑warni. Penonton yang terdiri dari media, sponsor, dan publik memberikan tepuk tangan meriah.
Secara keseluruhan, hari kedua audisi menunjukkan bahwa Miss Indonesia 2026 bukan sekadar ajang kecantikan, melainkan platform untuk menampilkan talenta muda berprestasi yang siap menjadi duta kebangsaan. Jadwal selanjutnya akan melanjutkan ke tahap regional, dengan harapan menemukan perwakilan terbaik yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.