Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | BYD M6 DM, MPV berkapasitas tujuh penumpang, kembali menjadi sorotan setelah produsen mengklaim konsumsi bahan bakar mencapai 65 kilometer per liter. Angka ini setara dengan konsumsi motor matic, namun diterapkan pada kendaraan berukuran MPV.
Klaim Efisiensi Bahan Bakar
Pengujian Lapangan
Tim independen melakukan uji jarak tempuh sejauh 150 km pada rute kombinasi perkotaan dan jalan raya. Selama pengujian, kendaraan hampir tidak mengonsumsi bensin; catatan menunjukkan hanya sejumlah kecil bahan bakar yang terpakai, cukup untuk menutupi selisih akibat kondisi lalu lintas yang tidak ideal.
| Parameter | Hasil |
|---|---|
| Jarak Tempuh Uji | 150 km |
| Konsumsi Bensin (laporan) | ≈0,5 L |
| Efisiensi Real (perkiraan) | ≈30 km/L |
Catatan: nilai konsumsi real masih jauh di bawah klaim 65 km/Liter, namun jauh lebih baik dibandingkan MPV konvensional yang biasanya berada di kisaran 12‑15 km/Liter.
Perbandingan dengan Kendaraan Sejenis
- MPV konvensional (Bensin): 12‑15 km/Liter
- Hybrid MPV: 20‑25 km/Liter
- BYD M6 DM (klaim): 65 km/Liter
- BYD M6 DM (uji lapangan): ~30 km/Liter
Perbedaan signifikan ini menimbulkan pertanyaan mengenai metodologi pengukuran BYD, terutama apakah klaim didasarkan pada siklus tes laboratorium (mis. WLTC) atau kondisi ideal yang sulit direplikasi di jalan raya.
Implikasi Pasar
Jika klaim BYD dapat dipertahankan pada kondisi nyata, M6 DM berpotensi mengubah pola belanja konsumen MPV, terutama di pasar yang sensitif terhadap biaya bahan bakar. Harga jual yang kompetitif ditambah efisiensi tinggi dapat menarik pembeli yang mengutamakan ekonomi operasional.
Namun, skeptisisme tetap muncul karena perbedaan antara angka laboratorium dan hasil uji jalan. Konsumen disarankan menunggu data dari sumber independen yang lebih luas sebelum membuat keputusan pembelian.