Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Serikat Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengumumkan akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada esok hari. Demonstrasi tersebut dimaksudkan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan masyarakat, khususnya terkait harga bahan bakar minyak (BBM) dan program subsidi yang dikenal dengan sebutan MBG.
Demonstran menuntut tiga hal utama:
- Penurunan harga BBM secara signifikan untuk meredam beban biaya hidup masyarakat.
- Pembekuan dan penghentian Program MBG yang dianggap tidak tepat sasaran.
- Revisi kebijakan ekonomi yang dianggap menambah tekanan pada kelompok berpendapatan menengah ke bawah.
Beberapa data terbaru menunjukkan kenaikan harga BBM dalam beberapa bulan terakhir. Berikut rangkuman perubahan harga BBM (per liter) selama enam bulan terakhir:
| Bulan | Harga Premium | Harga Solar |
|---|---|---|
| Januari | Rp9.500 | Rp7.200 |
| Februari | Rp9.700 | Rp7.350 |
| Maret | Rp9.950 | Rp7.500 |
| April | Rp10.200 | Rp7.750 |
| Mei | Rp10.450 | Rp8.000 |
| Juni | Rp10.700 | Rp8.250 |
Program MBG (Masyarakat Berdaya Gemilang) merupakan skema subsidi pemerintah yang ditujukan untuk mengurangi beban biaya energi pada rumah tangga miskin. Namun, BEM UI mengkritik bahwa alokasi dana program tersebut belum transparan dan tidak selalu sampai pada sasaran yang tepat.
Pihak kepolisian dan aparat keamanan telah diinformasikan mengenai rencana aksi, sementara pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi menjawab tuntutan mahasiswa. Beberapa pejabat menegaskan bahwa kebijakan harga BBM dipengaruhi oleh faktor global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.
Ketua BEM UI, Raka Pratama, menyatakan, “Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu menolak kebijakan yang semakin memberatkan rakyat. Penurunan harga BBM dan penghentian program MBG yang tidak efektif adalah langkah awal yang penting untuk mengembalikan kesejahteraan ekonomi masyarakat.”
Demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB diperkirakan akan diikuti oleh ribuan mahasiswa serta simpatisan dari kalangan masyarakat umum. Penyelenggara menegaskan aksi akan berlangsung damai, namun siap menghadapi kemungkinan intervensi keamanan.