Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Finnet mengumumkan peluncuran Platform Digital MaritimHub, sebuah layanan pembayaran digital yang ditujukan untuk masyarakat umum dan pelaku usaha di sektor maritim. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat proses transaksi, mengurangi penggunaan uang tunai, serta meningkatkan transparansi dalam aktivitas ekonomi pelabuhan dan perairan.
Platform Digital MaritimHub memungkinkan pengguna melakukan pembayaran berbagai layanan maritim, termasuk biaya pelabuhan, pajak laut, sewa kapal, dan layanan logistik, melalui aplikasi berbasis web maupun mobile. Sistem ini terintegrasi dengan jaringan pembayaran Finnet, sehingga mendukung berbagai metode pembayaran seperti kartu debit, kredit, dan dompet digital.
Berikut beberapa manfaat utama yang diharapkan dari implementasi layanan ini:
- Efisiensi waktu: Transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan menit tanpa harus antri di loket fisik.
- Pengurangan biaya operasional: Penggunaan uang tunai dan proses manual dapat diminimalkan, menurunkan biaya administrasi.
- Keamanan data: Sistem enkripsi tingkat tinggi melindungi informasi keuangan pengguna.
- Transparansi: Setiap transaksi tercatat secara digital, memudahkan audit dan pelaporan.
- Akses luas: Layanan dapat diakses oleh pelaku usaha kecil, menengah, maupun besar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.
Untuk memulai penggunaan, pengguna cukup mendaftar di situs resmi MaritimHub, mengunggah dokumen identitas perusahaan atau pribadi, dan menghubungkan rekening bank atau dompet digital. Setelah verifikasi selesai, mereka dapat langsung melakukan pembayaran atau menerima pembayaran dari pihak lain melalui kode QR atau nomor referensi unik.
Kemenhub menilai bahwa digitalisasi layanan maritim sejalan dengan agenda transformasi digital nasional dan dapat meningkatkan daya saing sektor logistik laut Indonesia. Finnet, sebagai penyedia infrastruktur pembayaran, berkomitmen mendukung integrasi sistem dengan layanan pemerintah lain, sehingga tercipta ekosistem pembayaran yang terhubung secara menyeluruh.
Ke depan, Kemenhub berencana menambahkan fitur tambahan pada platform, seperti pelaporan real‑time, analisis data transaksi, serta integrasi dengan sistem manajemen pelabuhan berbasis IoT. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai hub logistik maritim di Asia‑Pasifik.