histats

Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram

Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram

Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk dalam empat bulan suci yang dilarang permusuhan. Karena kesuciannya, umat Islam biasanya menjauhi kegiatan yang dianggap dapat mengurangi nilai spiritual bulan ini.

  1. Larangan berperang atau melakukan permusuhan. Selama Muharram, umat Islam dianjurkan menahan diri dari segala bentuk konflik bersenjata, kecuali membela diri.
  2. Dilarang menyembelih hewan kecuali untuk kebutuhan darurat. Penyembelihan untuk konsumsi biasa dianggap kurang sopan pada bulan yang sakral ini.
  3. Menjauhi pernikahan yang megah. Beberapa ulama menyarankan agar pernikahan yang diadakan tidak bersifat pesta besar atau mengundang kemewahan berlebihan.
  4. Puasa pada hari pertama Muharram tidak dianjurkan. Puasa pada 1 Muharram tidak termasuk puasa wajib, sehingga banyak yang memilih tidak melakukannya.
  5. Menghindari hiburan yang berlebihan. Musik, pertunjukan, atau acara hiburan yang bersifat riang gembira biasanya dihindari.
  6. Menahan diri dari transaksi riba. Mengingat pentingnya kebersihan spiritual, umat Islam dianjurkan menghindari pinjaman dengan bunga selama bulan ini.
  7. Tidak menyebarkan berita yang belum pasti. Mengingat nilai kejujuran, penyebaran gosip atau informasi yang belum terverifikasi sebaiknya ditahan.

Mematuhi larangan‑larangan tersebut diyakini dapat menambah pahala serta meneguhkan rasa hormat terhadap bulan yang penuh berkah ini.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *