Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Ekonom Indonesia Development Forum (Indef) menilai kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen merupakan langkah yang realistis dalam kondisi ekonomi saat ini.
Beberapa faktor utama yang mendasari penilaian tersebut antara lain stabilitas nilai tukar rupiah, tekanan inflasi yang masih berada di atas target, serta kebutuhan untuk mempertahankan daya beli konsumen.
- Stabilitas Rupiah: Kenaikan suku bunga diperkirakan dapat menahan arus keluar modal dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
- Pengendalian Inflasi: Dengan inflasi yang masih berada di atas batas toleransi, penyesuaian BI Rate diharapkan menurunkan tekanan harga barang dan jasa.
- Dukungan Konsumsi: Kebijakan moneter yang tepat dapat menjaga kepercayaan konsumen sehingga permintaan domestik tetap kuat.
Indef menambahkan bahwa kebijakan ini harus diiringi dengan kebijakan fiskal yang sejalan, termasuk pengelolaan defisit anggaran yang hati-hati, agar tidak menimbulkan beban tambahan pada sektor riil.
Secara jangka menengah, ekspektasi Indef adalah bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga kembali bila inflasi berada dalam jalur yang lebih terkendali.