Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) Inggris kini berada dalam situasi kritis karena seluruh kapal selam serang bertenaga nuklir yang tersedia sedang berada di pelabuhan menunggu perawatan dan perbaikan. Kondisi ini membuat Inggris tidak memiliki kapal pemburu-pembunuh (attack submarines) yang siap dikerahkan dalam operasi militer maupun patroli rutin.
Kondisi penundaan perawatan ini dipicu oleh beberapa faktor utama:
- Kebutuhan peremajaan sistem elektronik dan sensor yang usang.
- Masalah pada reaktor nuklir yang memerlukan inspeksi menyeluruh.
- Keterbatasan fasilitas galangan yang mampu menangani kapal selam berukuran besar.
Akibatnya, kemampuan pertahanan maritim Inggris mengalami penurunan signifikan. Tanpa kapal selam serang yang dapat beroperasi, Inggris kehilangan keunggulan strategis dalam hal:
- Deteksi dan penindakan ancaman bawah laut.
- Pengawasan jalur laut penting di Laut Utara dan Atlantik.
- Dukungan logistik dan intelijen bagi operasi darat.
Pengamat militer menilai bahwa ketergantungan pada satu kelas kapal selam meningkatkan risiko operasional. Jika perbaikan tidak selesai dalam jangka pendek, Inggris dapat dipaksa mengandalkan aliansi NATO atau mengirimkan kapal selam sekutu untuk menutup kesenjangan.
Pemerintah Inggris telah mengumumkan rencana investasi tambahan untuk mempercepat perawatan serta memperluas kapasitas galangan domestik. Namun, proses modernisasi kapal selam nuklir biasanya memakan waktu bertahun‑tahun, sehingga efeknya tidak akan terasa dalam waktu dekat.
Dalam konteks geopolitik, keterbatasan ini memberi peluang bagi negara‑negara lain, khususnya Rusia dan China, untuk memperkuat kehadiran mereka di perairan strategis sekitar Eropa. Situasi ini menambah tekanan pada kebijakan pertahanan Inggris untuk segera menanggulangi celah kemampuan maritimnya.