Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menegaskan bahwa program padat karya yang akan diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memberikan manfaat nyata bagi para pekerja yang terlibat. Menurutnya, sekadar menciptakan lapangan kerja tidak cukup; kualitas pekerjaan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja menjadi faktor kunci untuk memastikan program tersebut berkelanjutan.
Hardiyanto menyebutkan bahwa program padat karya dirancang untuk menanggulangi masalah pengangguran, terutama di kalangan pemuda dan pekerja informal. Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa adanya nilai tambah—seperti pelatihan keterampilan, sertifikasi, atau akses ke pasar—program tersebut berisiko menjadi solusi jangka pendek yang tidak menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan.
Berikut beberapa poin utama yang diutarakan Hardiyanto Kenneth:
- Fokus pada peningkatan kompetensi: Program harus menyertakan modul pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, sehingga pekerja tidak hanya mendapatkan pekerjaan sementara tetapi juga kemampuan yang dapat dipasarkan kembali.
- Integrasi dengan sektor swasta: Kolaborasi dengan perusahaan dan asosiasi industri dapat membuka peluang penempatan kerja yang lebih permanen dan meningkatkan nilai jual keterampilan yang diperoleh.
- Pengukuran hasil secara terukur: Pemerintah perlu menetapkan indikator kinerja yang jelas, seperti jumlah pekerja yang memperoleh sertifikasi atau peningkatan pendapatan rata‑rata setelah mengikuti program.
- Pengawasan dan evaluasi rutin: Tim khusus harus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Hardiyanto juga menekankan pentingnya transparansi dalam alokasi anggaran. Ia mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan, organisasi non‑pemerintah, dan masyarakat, untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program.
Dengan menambahkan elemen nilai tambah tersebut, diharapkan program padat karya tidak hanya menjadi solusi sementara bagi pengangguran, melainkan juga menjadi katalisator peningkatan daya saing tenaga kerja DKI Jakarta dalam jangka panjang.