Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) memperkenalkan layanan terbaru bernama BTN Loan Factory yang berhasil menurunkan durasi pemrosesan kredit rumah menjadi hanya 4 hingga 7 hari kerja, jauh lebih singkat dibandingkan prosedur konvensional yang biasanya memakan waktu antara dua hingga tiga minggu.
Inovasi ini didukung oleh serangkaian teknologi digital, mulai dari pengunggahan dokumen secara daring, verifikasi data otomatis, hingga penilaian risiko yang menggunakan algoritma berbasis data historis. Proses yang semula melibatkan banyak tahapan manual kini dapat diselesaikan dalam hitungan hari, memungkinkan nasabah memperoleh persetujuan kredit dengan lebih cepat.
Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN, menegaskan bahwa percepatan ini tidak mengorbankan kualitas penilaian risiko. “Kami tetap menjaga standar keamanan dan kepatuhan, namun dengan platform yang terintegrasi, tim risk management dapat melakukan analisis secara real‑time tanpa harus menunggu dokumen fisik,” ujarnya.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari BTN Loan Factory antara lain:
- Pengurangan waktu tunggu bagi calon pembeli rumah, sehingga mereka dapat segera melanjutkan proses pembelian.
- Peningkatan kepastian keputusan kredit, karena hasil penilaian disampaikan secara transparan melalui portal digital.
- Penghematan biaya operasional bagi bank, karena proses manual yang berulang berkurang secara signifikan.
- Dukungan terhadap pertumbuhan sektor properti nasional dengan memperlancar aliran pembiayaan.
Berikut perbandingan singkat antara prosedur sebelumnya dan yang baru:
| Aspek | Sebelum | Setelah BTN Loan Factory |
|---|---|---|
| Durasi proses | 14‑21 hari | 4‑7 hari |
| Pengajuan dokumen | Fisikal, bertatap muka | Digital, unggah online |
| Penilaian risiko | Manual, memerlukan verifikasi berulang | Otomatis, berbasis algoritma |
Dengan langkah ini, BTN menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital perbankan Indonesia serta memberikan layanan yang lebih responsif kepada masyarakat. Keberhasilan BTN Loan Factory dapat menjadi contoh bagi institusi keuangan lain untuk mengadopsi teknologi serupa demi meningkatkan efisiensi dan kepuasan nasabah.