Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | Pengisian bahan bakar yang tepat sangat berpengaruh pada umur mesin dan efisiensi konsumsi. Di Indonesia, dua jenis bensin yang paling umum dipilih konsumen adalah Pertamax dan Pertalite. Meskipun keduanya tampak serupa, ada empat perbedaan utama yang sering terlewatkan.
- Angka Oktan – Pertamax memiliki angka oktan 92, sedangkan Pertalite hanya 90. Angka oktan yang lebih tinggi membuat Pertamax lebih tahan terhadap detonasi pada mesin berkompresi tinggi, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih stabil.
- Kandungan Energi – Karena oktan yang lebih tinggi dan formula yang lebih murni, Pertamax mengandung energi per liter yang sedikit lebih besar. Akibatnya, kendaraan yang menggunakannya cenderung menempuh jarak lebih jauh dengan konsumsi bahan bakar yang sedikit lebih rendah dibandingkan Pertalite.
- Kandungan Sulfur dan Zat Tambahan – Pertamax biasanya memiliki kadar sulfur yang lebih rendah serta zat aditif yang membantu membersihkan injektor dan katup. Pertalite memiliki kadar sulfur yang sedikit lebih tinggi, yang bila dipakai terus‑menerus dapat meningkatkan akumulasi kotoran pada sistem bahan bakar.
- Harga dan Kesesuaian Mesin – Pertamax memang lebih mahal karena kualitasnya, namun mesin berteknologi tinggi atau yang sering dipakai untuk beban berat akan memperoleh manfaat maksimal. Pertalite lebih ekonomis dan cocok untuk kendaraan harian dengan beban ringan, asalkan tidak sering dipaksa menghasilkan tenaga maksimum.
Memilih jenis bensin yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan serta gaya berkendara dapat memperpanjang usia mesin, menurunkan biaya perawatan, dan mengoptimalkan konsumsi bahan bakar. Jadi, hindari mengisi sembarangan; sesuaikan dengan kebutuhan kendaraan Anda.