Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | ByteDance, perusahaan teknologi asal Tiongkok yang dikenal sebagai pemilik aplikasi TikTok, hari ini secara resmi menolak spekulasi mengenai rencana peluncuran mobil kerja sama dengan produsen otomotif Seres Group.
Rumor tersebut pertama kali beredar pada awal pekan ini setelah sejumlah portal berita mengutip sumber tak resmi yang menyatakan bahwa kedua perusahaan tengah mengembangkan kendaraan listrik yang akan dipasarkan secara global. Namun, pernyataan resmi dari ByteDance melalui kantor persnya menegaskan bahwa tidak ada proyek bersama Seres Group yang sedang atau akan diluncurkan.
Pernyataan itu disampaikan dalam bentuk surat terbuka yang ditandatangani oleh Kepala Hubungan Investor ByteDance, Li Wei, yang menulis: “Kami tidak memiliki rencana atau perjanjian apa pun dengan Seres Group untuk mengembangkan atau memproduksi mobil. Fokus utama kami tetap pada platform konten digital dan teknologi AI.”
Sementara itu, Seres Group, anak perusahaan perusahaan otomotif besar China, juga mengeluarkan klarifikasi serupa melalui akun resmi mereka di media sosial, menyatakan bahwa mereka belum menandatangani kesepakatan apa pun dengan ByteDance.
Para pengamat industri menilai klarifikasi ini penting karena kolaborasi antara perusahaan teknologi dan produsen mobil semakin sering menjadi sorotan, terutama di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif.
- ByteDance kini lebih memusatkan investasi pada pengembangan AI dan ekspansi layanan TikTok di pasar internasional.
- Seres Group fokus pada peluncuran model listrik yang sudah ada, seperti “SF5”, dan memperluas jaringan produksi di Eropa dan Amerika.
- Kombinasi teknologi konten digital dengan otomotif memang potensial, namun belum ada bukti konkret kerjasama antara kedua entitas ini.
Meski demikian, spekulasi tentang kemungkinan kolaborasi serupa di masa depan tidak sepenuhnya dapat dikesampingkan, mengingat tren digitalisasi kendaraan yang terus berkembang. Namun untuk saat ini, kedua pihak menegaskan bahwa rumor tersebut tidak memiliki dasar faktual.