Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | Sepanjang wilayah Kecamatan Kuala dan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, diperkirakan terdapat sekitar 600 hektare lahan pertanian yang kini mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nagan Raya menyampaikan bahwa curah hujan selama tiga bulan terakhir berada di bawah ambang batas normal, mengakibatkan penurunan kadar air tanah secara signifikan. Akibatnya, pertumbuhan padi terhambat dan para petani menghadapi risiko gagal panen.
Berikut beberapa langkah yang telah direncanakan untuk mengurangi dampak tersebut:
- Peningkatan kapasitas pompa air desa dan penyediaan kendaraan pompa darurat.
- Pengembangan sistem irigasi tetes dan kanalisasi sederhana di area terdampak.
- Distribusi bibit padi tahan kering serta pupuk dengan kandungan air tinggi.
- Pemberian bantuan subsidi air bagi petani yang tidak memiliki akses ke sumber air permanen.
Jika kondisi kekeringan berlanjut, estimasi kerugian produksi dapat mencapai 30‑40% dari total hasil panen, yang setara dengan sekitar 180‑240 ton padi. Tabel di bawah memperlihatkan perkiraan kerugian berdasarkan tingkat kekeringan.
| Tingkat Kekeringan | Perkiraan Penurunan Produksi | Kerugian (ton) |
|---|---|---|
| Ringan | 10‑15% | 60‑90 |
| Sedang | 20‑30% | 120‑180 |
| Parah | 30‑40% | 180‑240 |
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta lembaga keuangan untuk menyiapkan dana bantuan darurat bagi petani yang terdampak. Diharapkan dengan upaya bersama, lahan sawah seluas 600 hektare dapat kembali produktif menjelang musim tanam berikutnya.