Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Harga properti di Jakarta terus meroket, membuat generasi milenial dan Gen Z kesulitan untuk memiliki rumah pertama. Menyikapi permasalahan tersebut, Bank Jakarta meluncurkan serangkaian program khusus yang ditujukan untuk meningkatkan akses kepemilikan hunian bagi kalangan muda.
Program ini menekankan tiga pilar utama: inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, dan kemitraan dengan investor kota. Berikut rincian langkah-langkah yang akan diterapkan:
- Skema Kredit Rumah Mikro: Kredit dengan tenor lebih pendek, bunga kompetitif, dan persyaratan dokumen yang disederhanakan, sehingga proses pengajuan lebih cepat.
- Tabungan Pendidikan Rumah: Produk tabungan dengan imbal hasil lebih tinggi yang dapat dikonversi menjadi down payment rumah setelah mencapai target tertentu.
- Program Kemitraan UMKM: Dukungan pendanaan bagi usaha kecil dan menengah milik anak muda, dengan fasilitas kredit usaha yang terhubung ke program kepemilikan rumah.
- Kolaborasi dengan Pemerintah Kota: Penyediaan lahan khusus dan skema subsidi yang mengurangi beban biaya perumahan bagi pembeli pertama.
- Investor Kota sebagai Penjamin: Fasilitas penjaminan kredit oleh lembaga investasi kota untuk menurunkan risiko bank dan menurunkan suku bunga bagi nasabah muda.
Selain itu, Bank Jakarta berkomitmen memperluas jaringan layanan keuangan digital, memungkinkan nasabah mengakses simulasi KPR, mengajukan aplikasi, dan memantau progres pinjaman melalui aplikasi seluler. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital dan mempermudah proses bagi generasi yang terbiasa dengan teknologi.
Dengan kombinasi produk inovatif, dukungan UMKM, serta sinergi antara sektor publik dan swasta, Bank Jakarta menargetkan penurunan signifikan pada rasio anak muda yang belum memiliki rumah di Jakarta dalam lima tahun ke depan.