Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menelaah dan mengembangkan solusi inovatif untuk memanen gas metana yang dihasilkan pada tahap akhir proses pengolahan limbah dan bahan organik. Inisiatif ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus memanfaatkan energi terbarukan yang selama ini terbuang.
Teknologi yang sedang dikaji meliputi beberapa tahap utama, antara lain:
- Identifikasi titik-titik emisi metana pada fasilitas pengolahan akhir, seperti tempat pemrosesan akhir (TPA) dan instalasi pengolahan limbah cair.
- Pemasangan sistem penangkap metana berbasis membran atau reaktor anaerobik yang dapat mengekstrak gas secara efisien.
- Konversi metana menjadi energi listrik atau bahan bakar melalui proses pembakaran terkendali atau reformasi katalitik.
- Pemantauan berkelanjutan menggunakan sensor IoT untuk memastikan performa optimal dan menghindari kebocoran.
Manfaat yang diharapkan meliputi penurunan konsentrasi metana di atmosfer, pengurangan biaya operasional fasilitas pengolahan melalui pemanfaatan energi yang dihasilkan, serta kontribusi terhadap target netralitas karbon nasional.
Tim peneliti BRIN menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak industri, pemerintah daerah, dan lembaga internasional untuk mempercepat penerapan teknologi ini. Selain itu, regulasi yang mendukung insentif bagi penggunaan energi terbarukan dipandang sebagai faktor kunci keberhasilan.
Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi pemanenan gas metana ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana riset ilmiah dapat menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di sektor energi bersih.