Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa pada akhir kuartal terakhir, total stok beras yang dikelola oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) mencapai 5,36 juta ton. Angka tersebut mendekati batas maksimal kapasitas penyimpanan Bulog yang sebesar 6,2 juta ton.
Data ini menunjukkan bahwa Bulog berhasil menjaga ketersediaan beras nasional di level yang tinggi, sekaligus mengoptimalkan penggunaan fasilitas penyimpanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Berikut ringkasan statistik utama:
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| Stok beras saat ini | 5,36 juta ton |
| Kapasitas maksimum penyimpanan | 6,20 juta ton |
| Persentase pemanfaatan kapasitas | 86,45 % |
Persentase pemanfaatan dihitung dengan membagi stok aktual dengan kapasitas maksimum, menghasilkan sekitar 86,45 %. Hal ini menandakan bahwa masih terdapat ruang sekitar 840.000 ton untuk penambahan stok bila diperlukan, misalnya pada masa-masa panen melimpah atau untuk mengantisipasi fluktuasi pasar.
- Stok beras mencakup varietas lokal dan impor yang dikelola secara terpusat.
- Bulog terus melakukan rotasi stok untuk menjaga kualitas beras, dengan prosedur pengujian mutu secara periodik.
- Penambahan kapasitas penyimpanan sedang dipertimbangkan melalui pembangunan gudang baru di beberapa daerah strategis.
Ahmad Rizal Ramdhani menekankan pentingnya koordinasi dengan kementerian terkait serta petani untuk memastikan pasokan beras tetap stabil dan terjangkau bagi konsumen. Ia juga menambahkan bahwa Bulog siap menyalurkan tambahan stok bila terjadi lonjakan permintaan atau gangguan pasokan di pasar domestik.
Dengan stok yang hampir penuh, Bulog berada dalam posisi yang kuat untuk berperan sebagai penyangga stabilitas harga beras, terutama menjelang musim panen dan periode permintaan tinggi seperti hari raya.