Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Marapu, sebuah kepercayaan tradisional yang mengakar kuat di masyarakat Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap proses pengukuhan Badan Pengurus Marapu (BPM) yang diharapkan menjadi lembaga resmi mengelola, melindungi, dan mempromosikan nilai-nilai budaya tersebut.
Pengukuhan BPM Sumba Timur dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2024 di Balai Desa Loli, dengan kehadiran pejabat kementerian, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat. Upacara tersebut menandai langkah strategis dalam menstrukturkan pengelolaan warisan budaya yang selama ini bersifat informal.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan dalam acara tersebut:
- Pembentukan Badan Pengurus Marapu bertujuan memberikan kerangka hukum bagi praktik keagamaan, ritual, serta pelestarian situs-situs budaya.
- Dukungan finansial dan teknis dari Kementerian Kebudayaan mencakup pelatihan bagi pengelola, dokumentasi tradisi lisan, dan pendanaan program edukasi bagi generasi muda.
- Pengembangan ekowisata budaya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Marapu kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
Komunitas Marapu menyambut baik inisiatif tersebut, mengingat tantangan yang selama ini dihadapi, antara lain kurangnya dokumentasi resmi, tekanan modernisasi, serta kurangnya dukungan infrastruktur. Dengan adanya BPM, diharapkan dapat terjalin sinergi antara pemerintah, akademisi, dan tokoh adat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Ke depan, Badan Pengurus Marapu berencana menyusun program-program berikut:
- Pemetaan situs-situs bersejarah dan ritual penting.
- Penyusunan kurikulum edukasi budaya Marapu di sekolah-sekolah setempat.
- Penyelenggaraan festival tahunan yang menampilkan seni, musik, dan tarian tradisional.
- Pembentukan jaringan kerjasama dengan lembaga kebudayaan nasional dan internasional.
Dengan langkah konkret ini, diharapkan budaya Marapu tidak hanya terjaga kelestariannya, namun juga dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan sosial‑ekonomi masyarakat Sumba Timur.