Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Program PELITA (Peningkatan Kualitas dan Keterampilan Tenaga Kerja) diluncurkan oleh pemerintah Indonesia khususnya di provinsi Maluku Utara untuk menjawab kesenjangan antara jurusan studi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan kompetensi industri lokal.
Latar Belakang
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pemuda di Maluku Utara masih berada di atas rata-rata nasional. Banyak lulusan mengaku kesulitan menemukan pekerjaan yang sesuai karena kurangnya keterampilan praktis yang dibutuhkan perusahaan.
Tujuan Program
- Menyesuaikan kurikulum pendidikan tinggi dengan standar kompetensi industri.
- Meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahaan dalam dan luar daerah.
- Mendorong terbentuknya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis inovasi pemuda.
Strategi Pelaksanaan
- Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia usaha untuk menyusun modul kompetensi.
- Penyediaan beasiswa dan subsidi pelatihan bagi pemuda berusia 18–30 tahun.
- Pengadaan inkubator bisnis dan pendampingan usaha bagi peserta yang ingin berwirausaha.
- Monitoring dan evaluasi berbasis data untuk menilai efektivitas penempatan kerja.
Target Kuantitatif 2024‑2025
| Indikator | Target |
|---|---|
| Peserta pelatihan | 5.000 orang |
| Penempatan kerja | 3.200 orang |
| Usaha baru yang terbentuk | 150 unit |
| Jumlah perusahaan mitra | 80 perusahaan |
Dampak yang Diharapkan
Dengan peningkatan kompetensi, pemuda diharapkan dapat mengisi lowongan kerja yang sebelumnya tidak dapat dipenuhi, sehingga mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Selain itu, pembentukan UMKM baru akan menambah kontribusi ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja tambahan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmen untuk terus memperluas cakupan program PELITA ke semua kabupaten, dengan harapan pada akhir 2025 jumlah pengangguran terbuka dapat turun signifikan.