Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati, menekankan bahwa keberhasilan Program Makanan Bergizi (MBG) sangat dipengaruhi oleh peran pengawas gizi dan juru masak di dapur Sekolah Pengembangan Gizi (SPPG). Menurutnya, standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas hidangan harus menjadi prioritas utama.
BGN kini mengarahkan upaya untuk memperbaiki standar operasional dapur SPPG, termasuk pelatihan intensif bagi pengawas gizi serta penyusunan prosedur kerja bagi juru masak. Beberapa langkah utama yang diambil antara lain:
- Pembaruan kurikulum pelatihan pengawas gizi dengan penekanan pada inspeksi sanitasi dan penilaian mutu makanan.
- Workshop praktek memasak sehat bagi juru masak, meliputi teknik pemilihan bahan baku, pengolahan yang minim pengawet, dan penataan menu seimbang.
- Penerapan sistem audit rutin untuk memastikan dapur memenuhi standar keamanan pangan nasional.
- Penyediaan peralatan dapur modern yang mendukung praktik kebersihan dan efisiensi energi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapur SPPG dapat berfungsi sebagai “nyawa” program MBG, memberikan makanan bergizi yang aman dan lezat bagi siswa. Nanik Sudaryati menutup bahwa sinergi antara pengawas gizi dan juru masak adalah kunci utama dalam menumbuhkan budaya makan sehat di lingkungan pendidikan.