Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Setelah empat hari disiksa oleh pasukan Israel, sembilan relawan kemanusiaan Indonesia berhasil kembali ke tanah air pada Senin (tanggal). Kedatangan mereka disambut dengan tangisan haru keluarga, pejabat pemerintah, serta masyarakat yang menunggu di Bandara Soekarno‑Hatta.
Para relawan melaporkan bahwa selama penahanan mereka dipaksa merangkak di lorong‑lorong sempit, menyaksikan aksi penyiksaan terhadap sesama tawanan, dan diperlakukan dengan kekerasan fisik serta psikologis. Salah satu saksi mengungkapkan bahwa mereka harus menahan rasa sakit sambil melihat rekan‑rekannya mengalami perlakuan keji.
- Jumlah relawan: 9 orang
- Durasi penahanan: 4 hari
- Lama perjalanan pulang: sekitar 12 jam
- Lokasi penahanan: wilayah Gaza yang dikuasai Israel
- Pengakuan penyiksaan: merangkak, kekerasan fisik, penyaksian penyiksaan keji
Reaksi publik di media sosial menunjukkan keprihatinan luas terhadap nasib para WNI di luar negeri. Banyak yang menuntut agar pemerintah meningkatkan perlindungan bagi warga negara yang terlibat dalam misi kemanusiaan.
Kasus ini menambah ketegangan dalam hubungan Indonesia‑Israel, terutama mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan warga Indonesia di luar negeri dan terus mengupayakan dialog konstruktif demi penghentian kekerasan.
Para relawan yang kembali kini menjalani pemeriksaan medis serta konseling psikologis untuk mengatasi trauma yang dialami. Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam menyiapkan prosedur evakuasi yang lebih aman di masa mendatang.