Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Menanggapi kondisi kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung berhasil menyelesaikan proyek pembangunan tiga sumur bor yang akan melayani tiga desa terdampak.
Proyek ini dimulai pada awal Januari 2024 dan selesai pada akhir Maret 2024, dengan total biaya sebesar Rp 1,8 miliar yang berasal dari dana daerah dan alokasi khusus penanggulangan bencana. Setiap sumur bor dirancang dengan kedalaman antara 80 hingga 120 meter, mampu menghasilkan rata‑rata 4.000 liter air per jam.
Sumur bor tersebut berlokasi di:
- Desa Ngadirejo, Kecamatan Ngadirejo
- Desa Kalikajar, Kecamatan Candiroto
- Desa Wonosari, Kecamatan Tretep
Pemerintah desa dan masyarakat setempat akan mendapatkan pasokan air bersih untuk keperluan rumah tangga, pertanian, serta peternakan. Berdasarkan estimasi, masing‑masing sumur dapat memasok air sekitar 5.000 liter per hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 kepala keluarga di setiap desa.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada truk tangki air yang selama ini menjadi satu‑satunya sumber air saat musim kemarau,” ujar Kepala BPBD Temanggung, Ir. Hadi Prasetyo. “Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan ketahanan air dan mendukung produktivitas pertanian di wilayah ini.”
Kepala desa masing‑masing juga menyampaikan apresiasi mereka. “Air bersih kini dapat diakses lebih mudah dan stabil, sehingga petani dapat melanjutkan kegiatan irigasi tanpa harus menunggu pasokan air dari luar,” kata Ketua RW Desa Ngadirejo, Budi Santoso.
Untuk menjaga kelangsungan operasional, BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pemeliharaan rutin setiap tiga bulan, termasuk pengecekan pompa, kebersihan sumur, serta kualitas air.
Proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain yang menghadapi masalah serupa, sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana yang berfokus pada penyediaan sumber daya vital bagi masyarakat.