Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Jakarta – Menjelang Idul Adha, permintaan konsumen terhadap bahan makanan pokok dan daging kurban mengalami lonjakan signifikan, memicu kenaikan harga di pasar tradisional dan modern.
- Beras medium naik rata-rata 5–7 persen dibandingkan minggu sebelumnya.
- Daging sapi meningkat 10–12 persen, terutama jenis potongan paha dan sandung lamur.
- Daging kambing, komoditas utama kurban, melonjak hingga 15 persen di pasar tradisional.
- Sayuran hijau seperti bayam dan kangkung naik 3–4 persen karena permintaan untuk menu sahur dan buka puasa.
Data yang dikumpulkan dari 15 pasar tradisional dan 8 supermarket besar di Jakarta menunjukkan pola kenaikan yang konsisten. Berikut rangkuman perubahan harga dalam satuan kilogram:
| Komoditas | Harga Sebelum Idul Adha (Rp/kg) | Harga Sekarang (Rp/kg) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Beras medium | 12.500 | 13.300 | 6,4 |
| Daging sapi (paha) | 120.000 | 134.000 | 11,7 |
| Daging kambing | 150.000 | 173.000 | 15,3 |
| Sayur bayam | 12.000 | 12.600 | 5,0 |
Para pedagang mengaku stok menipis karena banyak konsumen yang melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk persiapan kurban. Hal ini mendorong pedagang menyesuaikan harga guna menutupi biaya logistik dan risiko kekurangan pasokan.
Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan langkah mitigasi, termasuk meningkatkan distribusi beras melalui jaringan distribusi pemerintah, serta memantau praktik spekulasi harga di pasar tradisional. Chico Hakim menegaskan pentingnya kesadaran konsumen untuk tidak panik membeli dalam jumlah berlebihan, yang dapat memperburuk tekanan pada harga.
Para konsumen diharapkan dapat merencanakan pembelian secara bertahap, memanfaatkan promo atau diskon yang ditawarkan oleh supermarket, serta memprioritaskan produk lokal yang tersedia secara melimpah.