Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Pertamina bersama Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat kolaborasi strategis dalam rangka mempercepat transisi energi nasional. Kesepakatan ini mencakup serangkaian program yang menitikberatkan pada penelitian, penyusunan kebijakan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi bersih.
Tujuan utama kolaborasi
- Mengidentifikasi peluang investasi dalam energi terbarukan dan teknologi rendah karbon.
- Mengembangkan kerangka kebijakan yang selaras dengan komitmen Indonesia pada net‑zero emission.
- Menawarkan pelatihan dan program peningkatan kapabilitas bagi tenaga kerja industri energi.
- Melakukan studi bersama mengenai integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional.
Langkah implementasi
| Tahap | Kegiatan | Jadwal |
|---|---|---|
| 1. Penyusunan roadmap | Analisis kebijakan dan identifikasi prioritas | Q3‑2024 |
| 2. Pilot project | Penerapan teknologi energi terbarukan di beberapa wilayah | Q4‑2024 – Q2‑2025 |
| 3. Evaluasi dan skala up | Penilaian hasil pilot dan rekomendasi ekspansi | 2025‑2026 |
Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat pergeseran penggunaan bahan bakar fosil ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang investasi baru bagi sektor swasta. Dengan dukungan riset ERIA yang berskala regional, Pertamina berpotensi memanfaatkan best practice dari negara‑negara ASEAN dalam mengoptimalkan kebijakan energi hijau.
Selain itu, kolaborasi ini juga menargetkan peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya transisi energi melalui kampanye edukatif dan penyebaran informasi berbasis data. Jika berhasil, inisiatif ini dapat menjadi model kerja sama antara perusahaan energi nasional dan lembaga riset internasional untuk memperkuat agenda dekarbonisasi Indonesia.