Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden Republik Indonesia, baru-baru ini mengungkapkan emosinya saat menonton film berjudul Pesta Babi. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa adegan-adegan dalam film tersebut memicu tangisannya, sekaligus menyoroti kepeduliannya terhadap isu-isu lingkungan dan arah pembangunan nasional yang dianggapnya semakin menyimpang dari semangat kedaulatan bangsa.
- Pengelolaan lingkungan harus berlandaskan pada prinsip kedaulatan dan keadilan sosial.
- Pembangunan harus memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam.
- Kebijakan publik harus melibatkan partisipasi aktif rakyat, bukan sekadar keputusan elite.
Megawati menambahkan bahwa tangisan yang ia rasakan bukan sekadar reaksi pribadi, melainkan simbol keprihatinan atas kondisi nyata yang dihadapi Indonesia, termasuk degradasi hutan, pencemaran air, dan penurunan kualitas udara di daerah perkotaan.
Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat sipil, untuk bersama-sama mengembalikan semangat kedaulatan bangsa dalam setiap kebijakan pembangunan. Menurutnya, hal ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kesadaran lingkungan, penerapan teknologi bersih, dan penegakan regulasi yang tegas terhadap pelanggaran lingkungan.
Pengakuan Megawati ini mendapat beragam respons. Sebagian mengapresiasi keberaniannya mengangkat isu lingkungan dalam konteks budaya populer, sementara yang lain menilai bahwa fokus pada film tidak cukup untuk mengatasi permasalahan struktural yang lebih dalam.
Apapun sudut pandang yang diambil, pernyataan Megawati menegaskan kembali pentingnya peran tokoh publik dalam menggerakkan diskursus nasional tentang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.