Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan keyakinannya bahwa potensi udang nasional dapat menjelma menjadi produk unggulan dunia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan ke Balai Udang Budidaya Modern (BUBK) Kebumen, di mana pemerintah menargetkan peningkatan produksi dan ekspor secara signifikan.
| Tahun | Produksi (ton) | Nilai Ekspor (US$ Miliar) |
|---|---|---|
| 2021 | 100.000 | 0,9 |
| 2022 | 110.000 | 1,0 |
| 2023 | 120.000 | 1,2 |
Proyek ekspansi KKP yang meliputi pembangunan fasilitas budidaya modern di beberapa wilayah, termasuk Kebumen, diharapkan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Pendekatan teknologi tinggi, seperti sistem resirkulasi air (RAS) dan otomatisasi pakan, menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Presiden Prabowo menekankan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada infrastruktur, melainkan juga mencakup pembiayaan yang lebih mudah bagi petani, pelatihan teknis, serta promosi pasar internasional. Dengan strategi ini, Indonesia berpotensi menempati posisi teratas dalam rantai pasok udang global, bersaing dengan negara‑negara produsen utama seperti India, Vietnam, dan Thailand.
Jika target tercapai, sektor perikanan udang dapat menyumbang tambahan devisa sebesar US$500 juta per tahun, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.