Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Jumat diperkirakan akan mengalami pergerakan yang lebih volatil karena dipengaruhi oleh rangkaian sentimen baik dari dalam negeri maupun dari pasar internasional.
Di sisi domestik, beberapa faktor menjadi pemicu utama. Data ekonomi terbaru yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi melambat, kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang masih berada pada level rendah, serta ekspektasi hasil pemilihan umum yang akan datang menambah ketidakpastian. Selain itu, laporan laba kuartal perusahaan-perusahaan besar yang belum sepenuhnya terungkap meningkatkan keraguan investor dalam menilai prospek sektor-sektor utama.
Sementara itu, sentimen global turut memperkuat tekanan pada IHSG. Kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat yang masih bersifat hawkish, bersama dengan data inflasi yang masih berada di atas target, menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Harga minyak dunia yang mengalami fluktuasi karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pergerakan nilai tukar dolar AS yang menguat juga memberikan beban tambahan pada pasar saham Indonesia.
Secara teknikal, IHSG berada di sekitar level support penting pada 7.150 poin, sementara resistance pertama berada di 7.300 poin. Penembusan di bawah support dapat memicu penurunan lebih lanjut, sedangkan penembusan di atas resistance dapat membuka peluang kenaikan.
| Indeks | Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|
| IHSG | 7.200 | +0,3% |
| S&P 500 | 4.500 | -0,2% |
| FTSE 100 | 7.600 | -0,1% |
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi domestik, kebijakan moneter global, serta dinamika geopolitik yang dapat memicu pergerakan tajam pada indeks utama.