Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tegal dan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi meluncurkan Balai Ternak di Kabupaten Tegal pada Senin (22 Mei 2024). Program ini ditujukan untuk memperkuat kesejahteraan ekonomi peternak mustahik—peternak yang termasuk dalam kategori penerima zakat, infaq, dan shadaqah—di wilayah tersebut.
Balai Ternak dibangun dengan luas sekitar 5.000 meter persegi dan dilengkapi fasilitas modern seperti ruang perawatan hewan, tempat penyimpanan pakan, serta laboratorium pemeriksaan kesehatan ternak. Selain itu, balai ini juga menyediakan pelatihan teknis bagi peternak, akses permodalan mikro, dan layanan pemasaran produk ternak.
- Fasilitas utama: kandang sapi, kambing, unggas; unit kesehatan ternak; ruang penyuluhan; dan area penjualan hasil ternak.
- Program pelatihan: manajemen pakan, pemeliharaan kesehatan, pencatatan keuangan, dan teknik pemasaran digital.
- Dukungan keuangan: pemberian modal awal melalui zakat produktif hingga Rp 5 juta per peternak yang terpilih.
- Pemasaran: jaringan distribusi ke pasar tradisional dan modern di Kabupaten Tegal serta provinsi Jawa Tengah.
Direktur Baznas, Dr. H. Abdul Kadir, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi zakat produktif. “Dengan menyediakan infrastruktur dan pengetahuan yang tepat, kami berharap peternak mustahik dapat meningkatkan produktivitas hingga 30 % dalam dua tahun ke depan,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi regulasi yang memudahkan akses peternak ke pasar serta memberikan insentif pajak bagi usaha peternakan yang berkelanjutan.
UIN Walisongo Semarang berperan sebagai mitra akademik, menyediakan tenaga ahli dan kurikulum pelatihan berbasis riset. Ketua Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Ahmad Syarif, menegaskan, “Keterlibatan universitas memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang diberikan relevan dan dapat langsung diterapkan di lapangan.”
Proyeksi awal menunjukkan bahwa Balai Ternak dapat memberdayakan sekitar 300 peternak mustahik dalam tahun pertama, dengan target peningkatan pendapatan rata-rata peternak sebesar Rp 3 juta per bulan. Selain meningkatkan kesejahteraan peternak, diharapkan pula dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Tegal serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Balai Ternak akan beroperasi penuh mulai Juli 2024, dengan jadwal pelatihan pertama dijadwalkan pada pertengahan Agustus 2024. Peternak yang berminat dapat mendaftar melalui kantor Baznas setempat atau menghubungi nomor layanan yang disediakan.