Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Memilih hewan kurban yang tepat menjadi perhatian utama menjelang hari raya Idul Adha. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memberikan panduan lengkap untuk memastikan hewan yang disembelih tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga sesuai dengan ketentuan syariah.
Berikut rangkaian langkah yang dapat diikuti masyarakat:
- Periksa kondisi umum hewan. Pastikan tubuh hewan terlihat bersih, tidak ada luka terbuka, dan bulu mengkilap. Hewan yang tampak lemah atau kurus biasanya tidak layak kurban.
- Amati perilaku hewan. Hewan yang tenang, aktif, dan responsif terhadap suara menunjukkan kesehatan yang baik. Hindari hewan yang tampak lesu atau menunjukkan tanda-tanda sakit.
- Cek kelengkapan organ vital. Pastikan mata bersih, hidung tidak berbau aneh, serta tidak ada cairan keluar dari telinga atau mulut. Pada hewan jantan, periksa organ reproduksi untuk memastikan tidak ada kelainan.
- Pastikan usia yang tepat. Untuk sapi, usia ideal antara 2–3 tahun; untuk kambing, antara 1–2 tahun; dan untuk domba, antara 1–1,5 tahun. Hewan yang terlalu muda atau terlalu tua dapat menurunkan kualitas daging.
- Perhatikan status vaksinasi. Hewan yang telah mendapatkan vaksinasi standar pemerintah biasanya lebih terjamin kebebasannya dari penyakit menular.
- Pastikan hewan tidak sedang hamil atau menyusui. Hewan dalam keadaan tersebut dilarang disembelih menurut syariah.
- Verifikasi dokumen kepemilikan. Pastikan penjual dapat menunjukkan surat keterangan asal hewan serta bukti kepemilikan yang sah.
Berikut tabel ringkas yang menyajikan kriteria kesehatan dan syariah secara berdampingan:
| Kriteria | Deskripsi |
|---|---|
| Kesehatan Umum | Kulit bersih, tidak ada luka, bulu mengkilap |
| Perilaku | Aktif, responsif, tidak lesu |
| Usia | Sapi 2‑3 th, kambing 1‑2 th, domba 1‑1,5 th |
| Vaksinasi | Sudah terjangkau vaksin standar |
| Status Reproduksi | Tidak hamil, tidak menyusui |
Dengan memperhatikan poin‑poin di atas, masyarakat dapat memastikan hewan kurban yang dipilih tidak hanya memenuhi standar kebersihan dan kesehatan, tetapi juga tidak melanggar ketentuan syariah. Hal ini penting untuk menjaga keabsahan ibadah kurban serta menghindari potensi risiko kesehatan bagi konsumen daging kurban.