Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Prof. Dr. dr. Nusratuddin Abdullah, seorang dokter spesialis kandungan ternama, mengungkapkan bahwa memperoleh bayi melalui prosedur fertilisasi in vitro (IVF) tidak sekadar menunggu keajaiban. Ada serangkaian syarat medis, administratif, dan psikologis yang harus dipenuhi agar proses tersebut dapat dijalankan dengan aman dan efektif.
Berikut adalah poin‑poin utama yang dijelaskan oleh dokter tersebut:
- Kondisi Kesehatan Reproduksi: Pasangan harus menjalani serangkaian pemeriksaan untuk menilai kualitas sperma, fungsi ovarium, dan kondisi rahim. Jika ditemukan faktor penyebab yang dapat diatasi, seperti infeksi atau kelainan struktural, biasanya harus ditangani terlebih dahulu.
- Usia: Wanita idealnya berada pada rentang usia 20‑38 tahun. Risiko kegagalan dan komplikasi meningkat signifikan setelah usia 40 tahun, meskipun masih ada kasus berhasil pada usia lebih tua dengan pertimbangan khusus.
- Hormon dan Siklus Menstruasi: Kadar hormon reproduksi (FSH, LH, estradiol, progesteron) harus berada dalam rentang normal. Siklus menstruasi yang teratur memudahkan penjadwalan stimulasi ovarium.
- Riwayat Penyakit Kronis: Penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid harus terkontrol dengan baik sebelum memulai program IVF.
- Persetujuan Hukum: Pasangan wajib menandatangani formulir persetujuan yang mencakup penjelasan risiko, kemungkinan kegagalan, serta kebijakan penggunaan embrio yang tersisa.
- Evaluasi Psikologis: Konseling psikologis atau psikiatrik seringkali diperlukan untuk menilai kesiapan mental, mengingat proses IVF dapat menimbulkan tekanan emosional yang signifikan.
- Kesiapan Finansial: Prosedur IVF melibatkan biaya yang cukup tinggi, termasuk biaya obat hormon, prosedur lab, dan kemungkinan prosedur tambahan. Pasangan disarankan memiliki perencanaan keuangan yang matang.
Dokter juga menekankan pentingnya memilih klinik fertilitas yang terakreditasi dan memiliki tim multidisiplin, termasuk dokter kandungan, ahli embriologi, dan konselor. Dengan memenuhi syarat‑syarat tersebut, peluang keberhasilan program bayi tabung dapat meningkat secara signifikan.