Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melaporkan bahwa puluhan penyintas bencana di Kecamatan Pante Ceureumen kini telah dipindahkan ke 12 unit hunian sementara (huntara) yang selesai dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penempatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan darurat pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun ini.
Setiap unit huntara dirancang untuk menampung satu hingga dua keluarga, dengan fasilitas dasar seperti kamar tidur, ruang tamu, dapur sederhana, serta kamar mandi yang terhubung ke jaringan sanitasi sementara. Berikut ini rincian fasilitas yang tersedia pada setiap unit:
- Kamar tidur utama dengan kapasitas tempat tidur ganda
- Ruang tamu multi fungsi
- Dapur kecil lengkap dengan kompor dan wastafel
- Kamar mandi dengan toilet dan shower
- Jendela ventilasi untuk sirkulasi udara
Pejabat Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat, Ahmad Zaini, menyatakan bahwa penempatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para korban sambil menunggu pembangunan kembali rumah permanen. Ia menambahkan bahwa proses pembangunan rumah tetap akan dilanjutkan sesuai rencana jangka panjang pemerintah daerah.
Sementara itu, para penyintas mengaku merasa terbantu dengan adanya huntara tersebut. “Kami sudah lama mengungsi, kini setidaknya ada atap yang melindungi kami dan anak‑anak dapat belajar di rumah,” ujar salah satu kepala keluarga, Siti Nurhaliza.
Pemerintah daerah juga mengoordinasikan bantuan tambahan berupa paket sembako, pakaian, dan layanan kesehatan bagi para penghuni huntara. Dengan kolaborasi antar lembaga, diharapkan proses rehabilitasi dapat berjalan lancar dan korban dapat kembali ke kehidupan yang lebih stabil.