Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia bekerja sama dengan platform donasi Kitabisa resmi meluncurkan inisiatif kemanusiaan berupa kampung darurat di wilayah Palestina. Kampung darurat tersebut berfungsi sebagai pusat pengumpulan, penyortiran, dan distribusi sumbangan yang berasal dari masyarakat Indonesia, termasuk uang tunai, bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis.
Inisiatif ini muncul menyusul peningkatan kebutuhan bantuan di tengah konflik yang berkepanjangan, di mana jutaan warga Palestina mengalami kekurangan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan logistik, sementara Baznas mengkoordinasikan aliran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dialokasikan khusus untuk Palestina.
Berikut adalah tahapan operasional kampung darurat:
- Penerimaan Donasi: Donatur dapat menyumbang melalui situs resmi Kitabisa, transfer bank, atau gerakan penggalangan dana di komunitas lokal.
- Penyortiran: Tim relawan Baznas menilai dan mengklasifikasikan barang serta dana sesuai dengan prioritas kebutuhan di lapangan.
- Pengemasan & Pengiriman: Barang yang telah disortir dikemas dalam kontainer standar dan dikirim melalui jalur laut atau udara ke pelabuhan Gaza, bekerja sama dengan organisasi internasional.
- Distribusi Akhir: Di lokasi penerima, mitra lokal menyalurkan bantuan ke rumah tangga, klinik, dan sekolah yang terdampak.
Direktur Baznas, Muhammad Fadli, menyatakan bahwa kampung darurat ini merupakan wujud konkret solidaritas Indonesia kepada umat manusia, sekaligus memperkuat transparansi dalam penyaluran zakat. Ia menambahkan bahwa setiap donasi akan dipantau melalui sistem pelaporan digital yang dapat diakses publik, sehingga para donatur dapat melihat perkembangan distribusi secara real time.
Selain bantuan material, kampung darurat juga berperan sebagai pusat edukasi bagi donor mengenai cara menyalurkan zakat secara efektif di luar negeri. Kitabisa menyediakan modul pelatihan online yang menjelaskan prosedur verifikasi penerima manfaat serta standar kualitas barang yang dikirim.
Hingga saat ini, lebih dari 150 ribu donatur telah berkontribusi, menghasilkan total dana sekitar Rp 120 miliar serta ribuan kilogram barang kebutuhan pokok. Pemerintah Indonesia menargetkan agar bantuan tersebut dapat menjangkau setidaknya 200 ribu keluarga dalam tiga bulan ke depan.
Pengembangan kampung darurat ini diharapkan menjadi model bagi penanganan krisis kemanusiaan selanjutnya, tidak hanya di Palestina tetapi juga di wilayah lain yang membutuhkan bantuan internasional.