Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menegaskan pentingnya menumbuhkan profesionalisme pada taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dengan menekankan pemahaman mendalam tentang hukum. Upaya ini menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan yang bertujuan menyiapkan generasi polisi yang tidak hanya terampil secara taktis, tetapi juga berintegritas tinggi dalam penegakan hukum.
Langkah-Langkah Penguatan Pemahaman Hukum
- Workshop interaktif: Taruna mengikuti sesi simulasi kasus hukum yang melibatkan aspek prosedural dan etika.
- Studi kasus nyata: Analisis keputusan pengadilan serta penyelidikan kriminal terkini untuk menumbuhkan pola pikir kritis.
- Diskusi panel: Narasumber dari kalangan jaksa, hakim, dan akademisi mengulas tantangan penegakan hukum modern.
- Evaluasi kompetensi: Penilaian tertulis dan praktis untuk mengukur tingkat penguasaan materi hukum.
Program ini juga mengintegrasikan nilai-nilai etika kepolisian, menekankan pentingnya bersikap netral, tidak memihak, serta menghindari penyalahgunaan wewenang. Dengan pendekatan holistik, diharapkan taruna tidak hanya menguasai prosedur operasional, tetapi juga mampu menegakkan keadilan secara konsisten.
Selain itu, Polda Metro Jaya menyiapkan modul pelatihan berkelanjutan yang akan diikuti oleh seluruh taruna selama masa pendidikan di Akpol. Modul tersebut mencakup topik seperti hak asasi manusia, tata cara penyidikan, serta peraturan internal kepolisian yang relevan dengan dinamika keamanan nasional.
Dengan menempatkan pemahaman hukum sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter taruna, Polda Metro Jaya berharap lulusan Akpol dapat menjadi aparat penegak hukum yang profesional, kredibel, dan mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.