Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa 2026 pada acara yang digelar di Surabaya, Jawa Timur. Inisiatif ini ditujukan untuk menstabilkan harga barang kebutuhan pokok serta menjaga daya beli masyarakat menjelang tahun 2026.
GPIPS menitikberatkan tiga pilar utama: pengendalian harga pangan, peningkatan produktivitas agribisnis, dan penguatan jaringan distribusi di wilayah Jawa. Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta lembaga keuangan, BI berharap dapat menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan transparan.
- Pengendalian Harga: Pemantauan harga komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng secara real‑time menggunakan platform digital yang terintegrasi.
- Peningkatan Produksi: Dukungan pembiayaan khusus bagi petani dan peternak yang mengadopsi teknologi pertanian modern.
- Distribusi Efisien: Optimalisasi logistik melalui pemetaan gudang dan jalur transportasi yang minimalkan biaya distribusi.
Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia menekankan pentingnya peran serta seluruh pemangku kepentingan. “Inflasi yang terkendali bukan hanya tugas bank sentral, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen,” ujar ia.
Berikut target utama GPIPS yang ingin tercapai pada akhir 2026:
| Indikator | Target 2026 |
|---|---|
| Inflasi Konsumen | Di bawah 3,5 % |
| Harga Beras | Stabil, tidak naik lebih dari 2 % per tahun |
| Produktivitas Padi | Naik 5 % dibandingkan 2023 |
| Rasio Distribusi | Penurunan biaya logistik sebesar 10 % |
Implementasi GPIPS akan diawasi oleh tim koordinasi yang terdiri dari perwakilan Bank Indonesia, Kementerian Pertanian, Dinas Perindustrian, serta asosiasi pedagang. Tim tersebut akan melakukan evaluasi triwulanan dan menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada otoritas terkait.
Jika berhasil, program ini diharapkan dapat menjadi model pengendalian inflasi terintegrasi bagi wilayah lain di Indonesia, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional.