Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Masalah ketimpangan dalam program Masyarakat Berpenghasilan Ganda (MBG) masih dirasakan oleh banyak wilayah di Indonesia, terutama yang masih berjuang mengatasi stunting pada anak-anak. Meskipun sejumlah daerah telah menunjukkan penurunan angka stunting, masih ada wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh intervensi pemerintah.
Data terbaru mengungkapkan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat prevalensi stunting tertinggi di antara provinsi lain, mencapai 37 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional dan menandakan perlunya upaya yang lebih intensif.
Berikut beberapa fakta penting terkait ketimpangan MBG dan stunting:
- NTT menempati posisi teratas dengan prevalensi stunting 37 %.
- Provinsi lain dengan prevalensi di atas 20 % antara lain Papua, Sulawesi Barat, dan Maluku.
- Wilayah yang sudah terjangkau program MBG menunjukkan penurunan rata-rata 5-7 persen dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Berbagai faktor menjadi penyebab utama ketimpangan ini, antara lain akses terbatas ke layanan kesehatan, kurangnya infrastruktur sanitasi, serta tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Program MBG, yang bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga melalui diversifikasi usaha, belum dapat menjangkau seluruh rumah tangga di daerah rawan stunting.
Upaya pemerintah meliputi penambahan posyandu, pemberian suplementasi gizi, serta pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu di daerah tertinggal. Namun, implementasi masih terhambat oleh kendala geografis dan kurangnya koordinasi antar‑instansi.
Untuk mengurangi kesenjangan, para pakar menyarankan beberapa langkah strategis:
- Memperkuat jaringan transportasi dan distribusi bahan pangan bergizi ke daerah terpencil.
- Menambah tenaga kesehatan dan fasilitator gizi di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
- Mengintegrasikan program MBG dengan program kesehatan anak sehingga manfaat ekonomi sekaligus menurunkan risiko stunting.
- Meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan potensi lokal.
Dengan sinergi yang lebih baik antara sektor ekonomi dan kesehatan, diharapkan ketimpangan dalam program MBG dapat berkurang dan wilayah rawan stunting dapat terjangkau secara menyeluruh, sehingga generasi mendatang memiliki peluang tumbuh kembang yang lebih optimal.