Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji, dokter spesialis gizi klinik dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK menekankan pentingnya hidrasi yang cukup bagi calon jamaah, terutama ketika suhu udara meningkat drastis. Menurutnya, dehidrasi dapat mengganggu performa fisik, menurunkan konsentrasi, bahkan meningkatkan risiko heat stroke yang berbahaya.
Dr. Pande menyarankan agar setiap jamaah mengonsumsi minimal 150 mililiter air setiap jam, baik dalam bentuk air putih, infused fruit water, atau cairan elektrolit ringan. Jumlah ini dianggap cukup untuk menggantikan kehilangan cairan melalui keringat, terutama pada kegiatan fisik seperti berjalan jauh di Masjidil Haram atau melakukan ritual umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Berikut adalah langkah‑langkah praktis yang dapat diterapkan oleh calon jamaah:
- Siapkan botol air berukuran 500 ml dan tandai setiap 150 ml sebagai target minum tiap jam.
- Jika berada di luar ruangan, bawa kantong pendingin atau botol berinsulasi agar suhu air tetap segar.
- Perhatikan warna urin; warna kuning pekat menandakan kebutuhan cairan belum terpenuhi.
- Padukan konsumsi air dengan makanan kaya elektrolit, seperti buah pisang, kelapa, atau sup ringan.
- Hindari minuman berkafein atau beralkohol yang dapat meningkatkan kehilangan cairan.
Selain hidrasi, dokter juga menekankan pentingnya istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sebelum keberangkatan. Dengan mengikuti anjuran tersebut, calon jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih nyaman dan aman meski di tengah cuaca panas.