Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Pada sebuah pertemuan tingkat tinggi ASEAN, Menteri Perdagangan Indonesia Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ketahanan pangan dan energi menjadi prioritas strategis bagi kawasan. Ia menekankan bahwa dinamika geopolitik, terutama konflik Israel‑Palestina, telah memperparah keterbatasan pasokan energi dan memicu lonjakan harga komoditas penting.
| Komoditas | Kenaikan Harga 2023 (% dibanding 2022) |
|---|---|
| Bahan Bakar Minyak | 25 |
| Beras | 15 |
| Gandum | 18 |
| Minyak Sawit | 12 |
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Airlangga mengusulkan beberapa langkah konkret:
- Diversifikasi sumber energi, termasuk peningkatan impor LNG dan pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
- Peningkatan produktivitas pertanian melalui adopsi teknologi canggih, penyediaan bibit unggul, dan perbaikan infrastruktur irigasi.
- Penguatan jaringan rantai pasok regional dengan standar mutu bersama dan mekanisme penanggulangan gangguan pasokan.
- Pembentukan dana bersama ASEAN untuk stabilisasi harga pangan dan energi serta dukungan finansial bagi negara‑negara yang paling terdampak.
- Pengembangan kebijakan energi yang memprioritaskan keamanan pasokan, efisiensi, dan keberlanjutan lingkungan.
Airlangga menutup dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas‑negara di ASEAN. Ia percaya bahwa dengan sinergi kebijakan, investasi bersama, dan komitmen kuat, kawasan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber eksternal, menjaga kestabilan harga, dan memastikan kesejahteraan rakyat di tengah gejolak pasar global.