Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Baru-baru ini sebuah studi ilmiah memperkirakan bahwa jumlah kematian tahunan yang berhubungan dengan gelombang panas di Australia dapat mendekati 6.000 orang. Analisis tersebut didasarkan pada data suhu ekstrem dan catatan mortalitas selama beberapa dekade terakhir.
Peneliti mengidentifikasi beberapa faktor yang memperparah risiko, antara lain peningkatan frekuensi gelombang panas, kepadatan populasi di daerah urban, serta tingginya persentase lansia dan penderita penyakit kronis.
- Gelombang panas ekstrem meningkat 20% dalam 30 tahun terakhir.
- Populasi berusia di atas 65 tahun naik 15% pada periode yang sama.
- Angka kematian terkait panas pada tahun 2020 mencapai 3.500 jiwa, diproyeksikan naik menjadi hampir 6.000 jiwa pada 2035 jika tidak ada intervensi.
Berikut perkiraan mortalitas terkait panas yang disajikan dalam tabel:
| Tahun | Perkiraan Kematian |
|---|---|
| 2020 | 3.500 |
| 2025 | 4.300 |
| 2030 | 5.200 |
| 2035 | 6.000 |
Peneliti menekankan pentingnya kebijakan mitigasi iklim, peningkatan sistem peringatan dini, serta edukasi publik untuk mengurangi paparan panas. Upaya adaptasi seperti penyediaan ruang pendingin publik, peningkatan vegetasi perkotaan, dan penyesuaian jam kerja dapat menurunkan beban mortalitas.
Jika langkah-langkah pencegahan tidak diterapkan secara luas, konsekuensi kesehatan masyarakat dapat menjadi beban signifikan bagi sistem layanan kesehatan dan ekonomi negara.