Setapak Langkah – 27 April 2026 | Qari asal Kalimantan Timur, Imranul Karim, mencatat sejarah baru bagi Indonesia dengan mengantongi medali emas pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 yang digelar di Kota Kazan, Rusia, pada 22–25 Agustus 2026.
Berusia 27 tahun, Imranul Karim dikenal luas di kalangan umat Islam Indonesia karena kemampuan melafalkan Al-Qur’an dengan tartil yang memukau serta penghayatan makna ayat yang mendalam. Sebelumnya ia pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional, termasuk menjadi juara tiga pada MTQ Nasional 2024.
Ajang MTQ Internasional 2026 di Kazan mempertemukan 42 peserta dari 18 negara, meliputi negara-negara dengan tradisi Qur’an kuat seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, serta negara‑negara Asia Tenggara. Berikut rangkaian kompetisi yang dilalui:
- 22 Agustus: Babak penyisihan dengan bacaan Surah Al‑Fatihah sampai Surah Al‑Baqarah.
- 23 Agustus: Penilaian tajwid, makhraj, dan keindahan suara.
- 24 Agustus: Presentasi tafsir singkat pada beberapa ayat terpilih.
- 25 Agustus: Pengumuman pemenang dan penyerahan medali.
Penilaian juri internasional menilai Imranul Karim dengan skor sempurna pada aspek tartil (10/10), penghayatan (9,8/10), dan kelancaran (9,9/10), menjadikannya unggul di atas kompetitor lain. Berikut rekapitulasi skor akhir:
| Peserta | Negara | Skor Total |
|---|---|---|
| Imranul Karim | Indonesia | 29,7 |
| Ali Hasan | Arab Saudi | 28,9 |
| Mehmet Yılmaz | Turki | 28,4 |
Keberhasilan Imranul Karim mendapat sambutan hangat dari kalangan pemerintah dan umat. Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan selamat melalui media resmi, menekankan bahwa prestasi ini meningkatkan citra Indonesia di panggung internasional dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mendalami ilmu Al‑Qur’an.
Di tingkat daerah, Gubernur Kalimantan Timur, Mahyudin, mengumumkan penghargaan khusus dan rencana pembangunan fasilitas pelatihan qari di Samarinda sebagai wujud dukungan terhadap talenta lokal.
Prestasi ini tidak hanya menambah daftar medali emas Indonesia dalam kompetisi keagamaan, tetapi juga menegaskan peran aktif bangsa dalam melestarikan tradisi tilawah yang sarat nilai spiritual. Diharapkan pencapaian Imranul Karim dapat menginspirasi lebih banyak pemuda Indonesia untuk menekuni ilmu Qur’an secara profesional.