Setapak Langkah – 27 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama dengan Centre for Orangutan Protection (COP) meluncurkan kampanye “Run for Orangutan” untuk melestarikan satwa endemik orangutan di Kalimantan Timur. Kampanye ini menggabungkan kegiatan lari maraton singkat dengan edukasi konservasi, sekaligus menggalang dukungan masyarakat lokal dan wisatawan.
Tujuan utama acara adalah meningkatkan kesadaran akan ancaman kepunahan orangutan akibat deforestasi, perburuan, dan konflik habitat. Selain itu, penyelenggara berharap dapat mengumpulkan dana untuk program rehabilitasi dan penangkaran orangutan serta pembangunan jalur hijau di sekitar taman nasional.
- Waktu dan tempat: 15 September 2024, Pantai Tanjung Batu, Berau.
- Jalur lari: 5 kilometer melintasi kawasan hutan mangrove dan area konservasi setempat.
- Peserta: Terbuka untuk warga, pelari amatir, serta tim olahraga sekolah dan perusahaan.
Acara dibuka oleh Bupati Berau, Dr. H. Abdul Rahman, yang menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian habitat orangutan. Ia menyatakan, “Setiap langkah kaki yang kita ambil di jalur ini adalah simbol komitmen kita terhadap masa depan hutan dan satwa yang hidup di dalamnya.”
Pihak COP menambahkan bahwa dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk:
- Pembangunan pusat rehabilitasi bagi orangutan yang terluka atau yatim.
- Penguatan patroli anti-penebangan illegal.
- Penyuluhan lingkungan bagi sekolah-sekolah di daerah rawan.
Selain lari, peserta juga dapat mengikuti pameran foto satwa endemik, lokakarya pembuatan sarang buatan, serta sesi tanya jawab dengan ahli biologi konservasi. Seluruh kegiatan dirancang untuk memberi pengalaman langsung tentang pentingnya ekosistem hutan tropis.
Kampanye “Run for Orangutan” diharapkan menjadi contoh inisiatif kolaboratif antara pemerintah daerah dan organisasi internasional dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati Indonesia. Dengan menggabungkan olahraga, edukasi, dan aksi nyata, program ini berpotensi meningkatkan partisipasi publik serta memperkuat jaringan konservasi di Kalimantan Timur.