Setapak Langkah – 26 April 2026 | IVAXCON 2026, forum tahunan yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia, kembali digelar pada rangka memperingati Hari Pekan Imunisasi Dunia. Acara ini menegaskan kembali pentingnya vaksinasi sebagai upaya utama melindungi kesehatan semua usia, mulai dari balita hingga lansia.
Dalam sambutan pembukaan, Direktur MSD Indonesia menekankan bahwa vaksin tidak hanya berperan mencegah penyakit menular, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Ia menambahkan bahwa tantangan demografis Indonesia yang semakin menua menuntut strategi imunisasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Berbagai topik dibahas dalam rangkaian seminar, workshop, dan pameran, antara lain:
- Inovasi teknologi vaksin berbasis mRNA dan vektor viral.
- Strategi distribusi vaksin di wilayah terpencil.
- Peran pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan cakupan imunisasi.
- Pengalaman sukses program imunisasi di negara-negara maju.
Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar di Indonesia masih berada di bawah target WHO, yakni 90 persen. Pada 2025, tingkat imunisasi anak usia 12-23 bulan tercatat mencapai 78,5 persen, menandakan masih ada ruang signifikan untuk perbaikan.
| Kelompok Usia | Tingkat Cakupan Imunisasi (%) |
|---|---|
| Balita (12-23 bulan) | 78,5 |
| Remaja (12-18 tahun) | 64,2 |
| Lansia (≥60 tahun) | 53,7 |
Para pembicara menyoroti bahwa peningkatan angka cakupan tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, melainkan juga pada edukasi masyarakat tentang manfaat vaksin serta mengatasi mitos yang beredar. Mereka mengusulkan program edukasi berbasis digital yang dapat menjangkau populasi di daerah pedesaan.
IVAXCON 2026 juga menjadi ajang peluncuran produk biofarma terbaru yang diharapkan dapat menambah variasi pilihan vaksin, khususnya untuk penyakit yang belum memiliki vaksin efektif di Indonesia. Produk tersebut berada dalam tahap uji klinis fase II, dengan harapan memperoleh persetujuan BPOM pada akhir 2026.
Acara diakhiri dengan komitmen bersama antara pemerintah, industri farmasi, dan lembaga kesehatan untuk memperkuat ekosistem imunisasi nasional. Diharapkan, melalui kolaborasi lintas sektoral, Indonesia dapat mencapai target cakupan imunisasi universal pada tahun 2030, menjamin kesehatan lintas generasi yang lebih baik.