Setapak Langkah – 26 April 2026 | Ketua Umum Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia (Perkupi), Sabam Sinaga, menegaskan komitmen organisasi untuk menggelar inisiatif perdamaian antarumat beragama serta mengimplementasikan Asta Cita, sebuah visi misi Gereja Pentakosta di Indonesia. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya bersifat simbolik, melainkan menjadi landasan nyata bagi harmoni sosial di seluruh wilayah negara.
Sabam menjelaskan bahwa Perkupi akan memanfaatkan jaringan jemaatnya yang tersebar di lebih dari 30 provinsi untuk melakukan dialog terbuka, pelatihan nilai toleransi, serta kegiatan sosial bersama umat beragama lain. Ia menambahkan bahwa strategi ini selaras dengan semangat Asta Cita yang menekankan kasih, keadilan, dan pelayanan kepada masyarakat.
- Dialog Antarumat: Mengadakan pertemuan rutin antara pemuka agama, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk membahas isu-isu keagamaan yang sensitif.
- Pendidikan Toleransi: Menyusun modul pembelajaran bagi sekolah dan lembaga keagamaan yang menekankan nilai-nilai keberagaman.
- Kegiatan Sosial Bersama: Melaksanakan program bantuan kemanusiaan, seperti distribusi sembako dan pembangunan fasilitas umum, secara kolaboratif dengan organisasi keagamaan lain.
- Penguatan Asta Cita: Mengintegrasikan prinsip Asta Cita dalam setiap program, sehingga nilai kasih dan pelayanan menjadi inti dari setiap aksi.
Selain itu, Sabam menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menjaga kerukunan. Ia mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyalurkan energi positif ke dalam komunitasnya. Menurutnya, generasi ini memiliki potensi besar untuk menanggulangi konflik melalui media sosial dan platform digital.
Dengan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan jaringan internasional, Perkupi berharap program ini dapat memperkuat ikatan persaudaraan antarumat beragama serta menumbuhkan rasa kebangsaan yang inklusif. Sabam menutup pernyataannya dengan harapan bahwa melalui kerja keras dan doa, Indonesia dapat menjadi contoh dunia dalam menegakkan kedamaian berlandaskan nilai-nilai rohani.