Setapak Langkah – 26 April 2026 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan kembali tekad pemerintah provinsi untuk mengaktifkan kembali ruang-ruang kreatif di ibukota. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi berbasis seni, budaya, dan industri kreatif yang selama ini menjadi salah satu pilar pertumbuhan kota.
Rano Karno menjelaskan bahwa revitalisasi ruang kreatif tidak hanya mencakup renovasi fisik, melainkan juga penyediaan fasilitas pendukung seperti studio produksi, galeri seni, serta pusat inkubasi bagi para seniman dan wirausahawan kreatif. Pemerintah berencana mengalokasikan dana khusus melalui program “Kreatif Jakarta” yang akan menyalurkan hibah, pelatihan, dan akses pasar bagi pelaku industri kreatif.
Beberapa langkah konkret yang akan dilaksanakan antara lain:
- Pembukaan kembali ruang-ruang seni yang sempat ditutup selama pandemi, termasuk taman budaya, pusat komunitas, dan ruang pamer.
- Penyediaan subsidi sewa bagi start‑up kreatif yang membutuhkan tempat produksi atau studio.
- Pelatihan keahlian digital dan manajemen bisnis kreatif bagi seniman muda.
- Pembentukan pasar daring resmi yang menampilkan produk-produk kreatif lokal, mempermudah distribusi ke konsumen nasional dan internasional.
- Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga budaya untuk riset dan pengembangan inovasi seni.
Target jangka pendek pemerintah adalah meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB DKI Jakarta sebesar 5% dalam dua tahun ke depan. Pada jangka panjang, diharapkan tercipta ekosistem yang mendukung penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan seniman, serta posisi Jakarta sebagai pusat kreatif terkemuka di Asia Tenggara.
Rano Karno menutup dengan harapan bahwa partisipasi aktif masyarakat, sektor swasta, dan lembaga non‑profit akan mempercepat realisasi visi tersebut, menjadikan ruang kreatif tidak hanya sebagai tempat berkarya, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.