Setapak Langkah – 12 April 2026 | Ekonom terkemuka dari Muhammadiyah, Surya Vandiantara, menilai bahwa upaya membahas kemungkinan pemakzulan Presiden Prabowo Subianto masih jauh dari konteks yang tepat, terutama bila dibandingkan dengan krisis politik dan ekonomi Indonesia pada tahun 1998. Menurutnya, narasi tersebut justru dapat memperburuk ketegangan politik serta menambah beban ekonomi yang sudah menantang.
Latar Belakang 1998
Pada tahun 1998, Indonesia mengalami kerusuhan massal, jatuhnya nilai tukar rupiah, dan runtuhnya kepercayaan investor. Situasi ini memicu penggulingan rezim Orde Baru dan menimbulkan kebutuhan reformasi struktural yang luas. Pada masa itu, tekanan politik bersifat ekstrim, dengan demonstrasi besar-besaran yang menuntut perubahan kepemimpinan.
Kondisi Politik Saat Ini
Berbeda dengan era 1998, situasi politik pada masa pemerintahan Prabowo Subianto lebih terstruktur, meskipun terdapat perbedaan pendapat yang signifikan di antara partai-partai politik. Diskusi mengenai pemakzulan muncul di kalangan oposisi sebagai respons atas kebijakan-kebijakan yang dianggap kontroversial, namun belum ada prosedur formal yang diinisiasi.
Pernyataan Surya Vandiantara
- Menilai narasi pemakzulan belum sesuai dengan realitas politik yang ada.
- Menggambarkan bahwa perbandingan dengan 1998 dapat menimbulkan persepsi bahwa negara kembali berada di ambang krisis besar.
- Menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi demi melindungi investasi dan kesejahteraan masyarakat.
Dampak Potensial Terhadap Ekonomi
Jika debat pemakzulan berlanjut tanpa dasar yang kuat, pasar keuangan dapat merespons dengan volatilitas, terutama pada nilai tukar rupiah dan harga obligasi pemerintah. Investor cenderung menghindari risiko politik yang tidak pasti, yang pada gilirannya dapat menurunkan arus masuk modal asing.
| Faktor | 1998 | 2024 |
|---|---|---|
| Stabilitas Politik | Rendah, terjadi kerusuhan massal | Relatif stabil, meski ada ketegangan partai |
| Nilai Tukar Rupiah | Turun drastis, inflasi tinggi | Fluktuatif, dipengaruhi kebijakan moneter |
| Kepercayaan Investor | Sangat menurun | Terjaga, namun sensitif terhadap isu politik |
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, Vandiantara menyarankan agar fokus diarahkan pada kebijakan ekonomi yang inklusif dan dialog politik yang konstruktif, alih‑alih menghidupkan kembali narasi pemakzulan yang belum terbukti secara konstitusional.